Personal Growth Center

Our writing

25 Januari 2012

BAGAIMANA MEMBUAT HUBUNGAN ANDA MENJADI LEBIH BAIK DENGAN D-I-S-C PROFILING

“Dia tidak mengerti saya, Dia memang egois”

“Kami memang tidak cocok”

“Visi dan misi kami memang berbeda”

“Saya selalu mengalah namun dia selalu mengkritik” … dst dst..

Pernahkan dari teman-teman berada pada suatu hubungan yang dipenuhi oleh argumentasi dan akhirnya kedua belah pihak menjadi sama-sama capai untuk mempertahankan ego dan pendapatnya? Hubungan yang dimaksud disini adalah hubungan antara 2 orang atau lebih, bisa antara orang tua dan anak, pasangan kekasih, rekan kerja, atasan atau bawahan. Jika situasi diatas pernah teman-teman alami, saya akan sharing beberapa profil kepribadian yang dirangkum dalam D-I-S-C Profiling

Pertanyaan yang sering muncul adalah “Kenapa DISC?” “Untuk Apa?”, Well, DISC dianggap profiling yang paling mudah karena hanya membedakan karakter kedalam 4 jenis profiling. dan tidak akan kaku di 1 jenis profile saja namun kita akan melihat faktor-faktor pendukung lainnya.

Mari kita lihat sekilas mengenai DISC dan Pengembangannya :

DiSC, merupakan suatu tools profile kepribadian, namun penggunaan DiSC tools ini bisa mencakup bidang yang sangat luas. Mulai dari Organization Development seperti penentuan kompetensi, untuk rekrutmen, hingga konseling.

DiSC merupakan pengembangan dari berbagai teori kepribadian. , Ada banyak teori modern tentang perilaku seseorang berdasarkan ide empat faktor individu. Salah satunya Psychologist Swiss, Carl Gustav Jung.  Ia mendefinisikan kepribadian menjadi empat tipe yang berbeda: Sensing, Intuitive, Feeling dan Thinking. Namun yang dominan adalah teori Hippocrates. Menurut Hippocrates manusia secara umum memiliki 4 jenis kepribadian:

1. Kolerik. Selanjutnya di DiSC menjadi Dominan. Karakter ini termaksud sosok yang Task Oriented dan Aktif

2. Sanguinis pada DiSC menjadi Influence. Karakter ini termaksud sosok yang People Oriented dan Aktif

3. Phlegmatis menjadi Steadyness Karakter ini termaksud sosok yang Peple  Oriented dan Pasif

4. Melankoli menjadi Compliance Karakter ini termaksud sosok yang Task Oriented dan Pasif

Apa yang dihasilkan DISC?

Pada dasarnya, DISC mengukur empat faktor perilaku seseorang, yaitu: Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Ini merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat dikelompokkan sebagai unsur ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan struktur (structure).

Ini adalah tipe-tipe DISC :

Dominance Style

Orang-orang yang masuk dalam model ini adalah mereka yang suka mengendalikan lingkungan mereka, serta senang menggerakkan orang-orang di sekitar mereka. Mereka adalah jenis pribadi yang suka to-the-point, tidak bertele-tele. Mereka juga senang mengambil peran penting, pembuat keputusan, problem solver, dan melaksanakan berbagai hal. Mereka cenderung menyukai posisi sebagai leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi pemimpin yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati pada bawahan.

Ketika orang-orang dari model ini termotivasi secara negative, mereka dapat menjadi seorang pembangkang (rebels). Mereka juga tipe orang yang cepat menjadi bosan dengan suatu rutinitas. Mereka juga kurang suka dengan detil, karena pada dasarnya mereka cenderung tipe yang suka dengam big-view picture dan visioner. Orang dengan tipe D ini juga adalah orang yang menyukai tantangan dan berani mengambil resiko.

Untuk menciptakan lingkungan motivasi yang benar pada model kepribadian seperti ini, kita perlu memperhatikan hal berikut:

• Pesan harus jelas, dan langsung pada pokok pembahasan ketika kita berinteraksi dengan model kepribadian seperti ini.

• Hindari hal-hal yg terlalu pribadi atau berbicara terlalu banyak yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

• Biarkan mereka tahu apa yang anda harapkan dari mereka. Jika anda harus mengarahkan mereka, berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusan dan berada dalam kendali.

• Terimalah kebutuhan mereka untuk variasi dan perubahan. Jika mungkin, berikan tantangan-tantangan baru, juga kesempatan untuk mengarahkan yang lain.

Influence Style

Orang-orang dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul dengan orang lain, ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-benar menikmati berada bersama teman-temannya. Mereka tidak suka menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter). Sebaliknya, mereka lebih suka berhubungan dan bekerja dengan orang-orang daripada sendirian.

Orang-orang dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya. Mereka pada dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar yang riang. Meskipun demikian, mereka bukan orang tepat ketika harus mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan keuangan. Pada sisi lain, mereka dapat menjadi best promotor untuk gagasan-gagasan baru.

Untuk memberikan motivasi bagi mereka, kita bisa melakukan hal-hal berikut:

• Berikan waktu anda untuk berinteraksi dan mendengarkan aspirasi mereka.

• Sediakan tugas dimana mereka memiliki kesempatan untuk membangun relasi dan berhubungan dengan orang lain dari beragam latar belakang

• Berikan bimbingan dan arahan yang jelas – termasuk deadline, sebab tanpa panduan ini mereka sering akan “ngelantur” dan tidak mampu menyelesaikan perkerjaan dengan tepat waktu.

Steadiness Style

Orang-orang dalam model ini cenderung introvert, reserve, dan quiet. Mereka adalah orang-orang yang lebih suka melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan bertahap. Mereka juga cendrung menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan kerja yang stabil dan harmonis. Orang-orang dalam model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung memiliki loyalitas yang tinggi.

Pada sisi lain, mereka termasuk golongan yang kurang menyukai perubahan yang radikal dan bersifat mendadak. Juga cenderung terpaku pada sistem yang sudah berjalan; dan karena itu kurang terdorong untuk melakukan inovasi yang bersifat radikal. Ketika mereka mengalami demotivasi, mereka cenderung akan menjadi orang yang kaku, resisten dan kemudian melakukan perlawanan secara pasif.

Untuk menciptakan iklim yang positif kepada orang-orang dengan model steadiness, kita bisa melakukan hal berikut:

• Berikan mereka kesempatan untuk bekerja sama dalam tim untuk mencapai hasil yang diinginkan.

• Berikan arahan-arahan yang spesifik dan sistematis

• Ketika melakukan perubahan, pastikan dengan prosedur yang sistematis, langkah-demi-langkah dan yakinkan bahwa kekhawatiran dan kecemasan mereka tidak akan terjadi. Mereka butuh rasa aman.

• Yakinkan mereka bahwa anda telah telah berpikir matang sebelum memutusakan perubahan. Berikan mereka kesempatan atau ruang untuk menyelesaikan masalah jika terjadi secara bertahap.

Conscientiousness Style

Orang-orang dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan ketelitian. Mereka cenderung menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang dan bersifat menyeluruh. Mereka juga cenderung suka dengan pekerjaan yang mengacu pada prosedur dan standar operasi yang baku. Orang-orang dalam kategori ini adalah pemikir yang kritis dan suka melakukan analisa untuk memastikan akurasi.

Pada sisi lain, karena cenderung terfokus pada keteraturan, pribadi dalam model ini cenderung skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak enggan menerima proses perubahan yang mendadak. Ketika mereka termotivasi secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis.

Perlakuan yang optimal untuk orang-orang dalam model ini adalah sebagai berikut:

• Memberikan tugas dimana terdapat kesempatan bagi mereka untuk mendemonstrasikan keahlian mereka

• Memberikan tugas yang menuntut akurasi dan ketelitian

• Memberikan tugas yang membutuhkan perencanaan yang matang dan bersifat komprehensif

• Ketika memberikan instruksi, harus disertai dengan data dan argumen yang rasional dan disajikan secara sistematis.

Semoga dengan mempelajari tipe-tipe ini secara sekilas, kita dapat mengetahui dimanakan profile kita saat ini :). kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang sekitar dan menciptakan tempat kerja yang lebih baik.

Semoga Bermanfaat….

PS :

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profiling DISC atau pelatihan mengenai DISC dan alat tes managerial lainnya, silakan contact : PGC_semarang@yahoo.com

 

^Happy Reading^

Patricia Yuanila

ANDA CERDAS MERAIH MIMPI ANDA ??

Semua orang adalah pintar, namun hanya beberapa orang yang secara cerdas menggunakan kepintarannya untuk menggapai mimpinya..

Setiap orang mendapat pelajaran hidup dan pendidikan keluarga yang berbeda mengenai apa yang sebaiknya dilakukan untuk menggapai mimpi. Ada yang sejak kecil selalu diberi wejangan “jangan bermimpi terlalu tinggi, ntar jatuh”, ada yang selalu ditertawakan bila mengungkapkan impian “halah, apa bisa tho kamu jadi sosok seperti itu”, ada yang malah ditakut-takuti “ya gak papa buka bisnis, tapi aku gak mau bantu loh ya kalo kamu kesusahan”.

Sedemikan salahkah bermimpi hingga seseorang dipaksa untuk terus hidup “apa adanya” dan “adanya apa” diterima saja. Sehingga hal tersebut menjadi mental yang kuat dan menjadikan seseorang sangat tidak kreatif dalam menggunakan daya dan upaya untuk mencapai apa yang dimimpikannya.

Banyak cerita, beberapa teman saya berkeluh kesah mengenai hidupnya yang tak kunjung sesuai keinginannya…tetapi NOL action. Maaf saya bilang begitu karena seringkali persoalan yang sama akan diceritakan berulang-ulang, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. ^_^  Kalau saya tanya lalu apa yang kamu lakukan “yahhh pasrah aja…”

Begitu salahkah dunia hingga tidak memberikan yang kita minta ?

Ataukah betapa takutnya kita mencoba hal baru hingga menjadikan “pasrah” sebagai ujung tombak sikap “paling bijak” atau “paling pasif” ?

Pasti ada yang berpendapat, bahwa pengalaman juga membuat orang mengambil sikap diam, pasif, pasrah tetapi ujungnya ngedumel, jengkel, ngrasani, dan sebagainya.

Bukankah sikap diam dan pasif adalah keputusan yang dibuat sendiri ?

Jikalau hasil dan mimpi yang diinginkan juga diam dan pasif tidak mendekati anda ya karena anda juga tidak bergerak kearah mimpi tersebut.

Hukum alam. Tarik menarik.

Jika diam ya sekelilingnya tidak ada yang berubah.

Jika bergerak ya sekelilingnya akan berubah, tetapi bergerak kearah yang mana dulu…  tergantung tujuannya. Kalau mau bergerak kesuatu arah tapi tidak tau bagaimana caranya, ambil satu langkah dulu… jangan dipikir saja sampai ubanan.

Tanya orang lain, paksa orang lain untuk memaksa kita dan mensupport kita untuk maju ke arah mimpi. Semua mimpi yang baik pasti menjadikan orang lain ingin mendukung kita.

Disini kecerdasan menentukan siapa yang dapat “happily survived” dan siapa yang hanya “survive”…

Kepada siapa kita bertanya,

Kearah mana kita bergerak,

Kapan dan bagaimana…

Saya salut dengan beberapa teman saya yang benar-benar secara cerdas memanfaatkan seluruh kepintaran otak dan hatinya untuk menjadi lebih bahagia…

Satu teman saya, bekerja selama 13 tahun di sebuah institusi pendidikan, ia secara berani melangkah keluar bekerja offshore di Balikpapan untuk menggapai mimpinya. Penuh resiko ? Jelas. Tetapi sosok yang cerdas tahu bagaimana mengawali dan menjalaninya dengan sepenuh hati.

Lain lagi dengan teman saya, setelah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hubungan sekarang sedang hamil 2 bulan…dengan pacarnya. Penuh resiko ? Jelas. Belum menikah padahal pacarnya sungguh ingin menikahinya. Tetapi dia sungguh bahagia dengan keputusannya. “Saya belum mikir nikah karena ribet prosedur negaranya, yang penting bayi saya sehat.” Keputusan yang berani dan ia bahagia.

Teman saya yang lain “saya pindah ke negara ini karena saya tidak bahagia hidup dinegara saya sendiri. Saya tahu harus meninggalkan keluarga saya”. Penuh resiko ? Pasti. Tetapi dia bahagia dan keluarganya bahagia karena mengetahui bahwa keputusan tersebut memberikan kebaikan hidup bagi dirinya dan orang lain.

Setiap keputusan akan membawa konsekuensi dan setiap keputusan baik akan membawa kebaikan hidup bagi diri kita dan orang lain.

Saya ? Jika saya mempunya banyak teman yang berani mengambil kesempatan hidup demi kebaikan hidupnya, maka saya tidak akan menyia-nyiakan kepintaran saya hanya untuk “duduk diam” menerima nasib dan ngedumel mencerca hidup tidak adil.

Jika mau meraih mimpi, bergeraklah…

Jika belum bahagia, koreksilah…

Jika sudah meraih mimpi, bergeraklah ke mimpi hebat lainnya…

Jika berbahagia, sebarkanlah…

Ibarat baju dilemari, jika sudah setahun tidak dipakai lebih baik diberikan orang lain.

Jika permasalahan, sudah lebih dari setahun dan cara penyelesaian yang dipergunakan selalu sama dan tidak memecahkan masalah, sudah saatnya… mengganti cara penyelesaian.

Penuh resiko ?

Mau bertahan lebih lama dengan masalah sama ?

atau

Mau bergerak maju kearah lain ?

Mimpi akan tercapai jika kita berani bergerak… Selamat bergerak meraih mimpi, teman !! GBU.

Regards,

Sekar Nareswari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 6,589 hits
July 2019
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Advertisements
%d bloggers like this: